WhatsApp-Button
  • iconJalan Pahlawan No. 21, Kota Pasuruan
  • iconsmkunsur@gmail.com

Sejarah Sekolah

Sejarah Terwujudnya Bangunan Gedung "Socisteit Harmonie te Pasoeroean"



Pasuruan yang dikenal dengan Kota bandar kuno yang terletak di tepi pantai timur pulau jawa. Pada jaman Airlangga Pasuruan disebut “PARAVAN”, sedangkan dalam sejarah jaman Tiongkok Pasuruan memiliki sebutan GEMBONG. Selain itu nama Pasuruan disandingkan dengan kata Pasar dan Oeang, hal tidak terlepas dari perdagangan di Pasuruan yang ramai dengan adanya Pelabuhan Tanjung Tembikar. Pada masa lalu dengan adanya Pelabuhan Tanjung Tembikar Pasuruan merupakan pusat sehingga mampu menarik banyak kaum pedagang untuk datang ke Pasuruan Letak geografis yang sangat strategis menjadi suatu keunggulan tersendiri bagi Pasuruan, hal tersebut menjadikan Pasuruan sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara. Sehingga banyak bangsawan dan saudagar kaya yang menetap di Pasuruan untuk melakukan perdagangan. Hal ini membuat kemajemukan bangsa dan suku bangsa di Pasuruan terjalin dengan baik dan damai. Pada tahun 1850 sampai 1860, Pasuruan adalah salah satu kota komersial pertama di Jawa, pusat kopi dan gula budidaya semua produk yang tumbuh di Tengger dan Malang diangkut di sepanjang Pasuruan, ada hiburan yang hebat, banyak pengusaha dan pedagang yang berkantor di sana Para pendiri industri, bangsawan dan saudagar kaya di Pasuruan membawa beberapa orang-orang Belanda dan Eropa untuk tinggal di Pasuruan. Banyaknya orang Belanda dan Eropa yang bermukim di Pasuruan membutuhkan beberapa fasilitas atau sarana. Salah satunya tempat untuk ber santai sehingga di bangunlah "Gedung Sociteit Harmonie". Pasuruan telah mengenal kehidupan sosialita sejak awal sebagai kota. Pada awal tahun 1855 di Kota Bawah ada sebuah Asosiasi “Vereneeging Genoegen is ons doel” merupakan kelanjutan dari “Vereneeging Genoegen is ons doel” yang berarti Asosiasi "Kesenangan adalah tujuan kami" seyang kemudian digantikan dengan Asosiasi "Sociëteit Harmonie". Sayangnya tidak banyak diketahui tentang keberadaan sebelumnya. Club house lama yang ditinggalkan pada tahun 1859 memiliki lebar depan 54 meter, dalamnya 24 meter, sedangkan sayapnya panjang 46 meter, dan berisi banyak aula, termasuk ballroom dengan lantai kayu. Beberapa anggota mengusulkan proposal untuk mengumpulkan dana dalam rangka mendirikan gedung baru. Kesepakatan ini mendapat persetujuan umum di antara anggota lainnya. Dalam pendirian gedung yang membutuhkan dana yang tinggi, tidak lepas dari dukungan keuangan yang besar dari “Gerrit Lebret”, sosok terkenal pemilik dan administratur pabrik gula “Kedawoeng”. Jasa terbesar adalah dari Residen Pasuruan sekaligus Presiden Asosiasi, yaitu Mr. C.P.C. Steinmetz yang menjabat Residen sejak Juni 1855. ia memungkinkan pembangunan melalui kontribusi dari beragai pihak, beliau juga berhasil mengakhiri perjuangan dan perselisihan yang terjadi saat itu melalui berbagai kebijaksanaannya yang melahirkan "Harmonie". Asosiasi "Societeit Harmonie" dibentuk tanggal 20 Juni 1857, setelah dibentukk asosiasi baru ini, orang tidak lagi betah di gedung lama, yang berada di lingkungan rawa-rawa dan tidak sehat. Oleh karena itu pada tahun 1857 itu diputuskan untuk membangun gedung baru. Promotor gedung baru Societeit Harmonie adalah Mr. C.P.C Steinmetz, yang saat itu tinggal di Pasuruan. Asosiasi ini berhutang budi padanya, baik secara finansial maupun moral dengan jasa dan kontribusinya dalam mengupayakan untuk melakukan pembangunan gedung baru dan bersamaan dengan mulai dibangunnya instalasi pipa lampu penerangan dengan gas oleh pabrik Bromo. Gedung baru ini dirancang dan dibangun oleh arsitek yang bernama “Motta”. Motta diketahui datang menginap di Marine Hotel pada April 1856 dari Probolinggo. Beliau juga pernah ditugaskan sebagai Arsitek di Grisse (Gresik) pada tahun 1869. Dalam proses pembangunan membutuhkan biaya sebesar 80.000 Gulden dan dibebankan dengan hipotek senilai NLG 24.000 sebanyak 4 buah yang diambil dari panti asuhan di Soerabaia. Gedung "Societeit Harmonie" diresmikan pada tanggal 5 Februari 1858 oleh istri dari tuan Mr. C.P.C Steinmetz. Tanggal 7 Agustus 1859 tercatat dikunjungi Gubernur Jendral Hindia Belanda Charles Ferdinand Pahud, untuk milihat keindahan bangunan baru di "Societeit Harmonie"dan menilai berfungsinya penerangan umum lampu gas di Pasuruan. Mr. Steinmetz dengan berbagai kebijaksanaannya berhasil dapat mengakhiri perselisihan yang terjadi saat itu, yang membagi penduduk Pasuruan menjadi dua kelompok, seperti yang biasa terjadi di kota-kota kecil lainnya. Nama "Harmonie" kemungkinan digunakan untuk persatuan dan persaudaraan ini. Tercatat dari tahun 1862 hingga 1874, masyarakat memiliki tidak kurang dari 16 presiden, akan tetapi baru pada tahun 1874 di bawah kepresidenan Mr. Lowe perdamaian datang. Dia menyusun peraturan yang baik sehingga membantu dalam menciptakan perdamaian dan lebih banyak stabilitas di antara dewan. Perayaan masyarakat pada acara-acara nasional besar dan acara-acara lain dalam banyak kasus dibayar oleh anggota. Untuk berpesta diberikan cukup murah hati, jika itu menyangkut perbaikan, pembelian billiard atau furnitur, pasar saham dibuka lebih cepat, tetapi dengan bantuan lotere (semacam SDSB), obligasi, uang muka bebas bunga, jumlah itu akhirnya dinaikkan. Lotere Emas" senilai 150.000 Gulden tercatat pernah diadakan pada tahun 1866. Nilai lotere terbesar konon sampai mencapai nilai 500.000 Gulden. Dewan asosiasi "Societeit Harmonie" mengorganisir hampir semua pesta dan mengurus segala pertunjukan dan kebutuhan seniman. Selain itu Dewan asosiasi dibantu oleh asosiasi teater "Liefde tot Harmonie" (Cinta untuk Harmoni), yang telah membuat dirinya dikenal pada tahun 1860 sampai dengan tahun 1907. Jumlah pertunjukan yang diberikan olehnya tidak terhitung, terutama pada tahun 1886, pada saat Mr. Valette. pecinta drama/opera yang penuh gairah, yang menjabat sekretaris daerah Pasuruan. Dari tahun 1899 hingga 1918 hanya dikenal dua presiden, yaitu Mr Kobus, Direktur terkenal dari Proefstation yang digantikan pada waktu kematiannya pada tahun 1910 oleh Mr J. A. van Haastert. Dia telah terpilih sebagai anggota dewan sejak tahun 1898, dan mengundurkan diri pada akhir 1918, ia ditawari sebagai anggota kehormatan Societeit. Para anggota berhutang banyak kepada kedua presiden, yang telah membimbingnya melalui tahun-tahun yang paling sulit secara finansial dalam keberadaannya. Pasuruan yang awalnya menurun tajam, mengalami kemajuan yang signifikan karena munculnya pabrik mesin Bromo dan Proefstation. Sejak 1920, Handelsbank, Stroo-dan Blauwhoedenveem telah mendirikan kantor mereka di sana, Pasuruan kembali menjadi kota yang makmur, dengan banyak penduduk Eropa. Kebangkitan ini menemukan dampaknya dalam kehidupan sosial. Pasuruan kembali menjadi kota yang makmur, dengan banyak penduduk Eropa. Kebangkitan ini menemukan dampaknya dalam kehidupan sosial. The Harmony sekarang bersenang-senang dan ada banyak alasan untuk merayakan perayaan tujuh puluh tahun dengan riang. Itulah yang terjadi. Dikenal dengan nama "Soos Harmonie" atau "De Soos in Pasuruan ", Soos Harmonie merayakan perayaan tujuh puluh tahun usianya pada 31 Maret 1928. Presiden asosiasi Mr. Schooleman, memberikan pidato di mana ia secara singkat menjelaskan sejarah Soos, sementara di akhir pidatonya ia mengumumkan bahwa Mr. JA van Haastert, seorang anggota sejak 1886 sampai tahun 1898 dan termasuk tahun 1918 diangkat sebagai anggota kehormatan dewan dan Mr H. Morbeck (pemilik hotel Morbeck), salah satu tokoh populer Soos, anggota dari tahun 1892 dan seterusnya, sebagai anggota kehormatan. Dan tentu saja ada "bola setelahnya"(pengundian lotere). Mungkin sebab ini masyarakat pribumi mengenal sebagai "Rumah Bola" karena seringnya gedung dipakai sebagai tempat pengundian lotere, atau bisa juga karena adanya permainan billiard. Gedung ini juga pernah melakukan penambahan fasilitas olah raga “Kegel” atau "Kegelen" yang sekarang dikenal dengan “Bowling”. Pada zaman itu Kegelen merupakan salah satu permainan olah raga yang juga banyak digemari dan merupakan suatu permainan yang konon sudah ada sejak jaman Mesir kuno. Fasilitas baru ini dibuka pada 14 Maret 1936 oleh Asisten Residen Pasuruan, Dr. C. G. E. De Jong. Pengerjaan arena kegel ini diawasi oleh KAR Hirch, lalu JW Dorpema untuk pembubutan “Pin Kegel” yang dibuat dari kayu Jawa, Bengkel Konstruksi “de Bromo" untuk pemintalan bola dan WJ Mans untuk landasan lemparan. Arena kegel semacam ini juga ada di Probolinggo, Malang, Surabaya dan banyak kota lain di Indonesia. Diduga sudahlama sebelumnya sudah pernah ada fasilitas kegel ini di Societeit Harmonie, karena arena permainan ini bisa dibuat di dalam atau diluar ruangan. Hanya membutuhkan landasan lemparan yang terbuat dari kayu yang sederhana. Club kegel dari Pasuruan dengan nama "Houdt Baan" yang sudah mati bertahun-tahun disebut dihidupkan lagi dengan pembukaan arena baru ini. Banyak kenangan manis tentang Soos di Pasuruan. Begitu banyak pesta megah telah dirayakan, dan di sore hari orang juga dapat menemukan sudut yang nyaman dan tenang dan merenungkan suka dan duka kehidupan tropis. Selain fungsinya yang biasa sebagai lembaga sosial, sering menjadi "tempat perlindungan" bagi banyak orang Barat yang merasa kesepian. Bukan "perlindungan" yang dituju seseorang untuk dapat melupakannya dalam kenikmatan yang meragukan dari minuman yang terlalu kuat (mabuk), tetapi ia menawarkan kesunyian, pada jam-jam tenang, sensasi aneh dari ketenangan yang bermanfaat di dalam ruang milik komunitas. Orang-orang yang sering terpaksa pergi dari Surabaya melewati Pasuruan ke sudut timur Jawa, yaitu daerah tapal kuda atau "Oosthoek". Kapan pun siang atau malam melewati Pasuruan dalam perjalanan itu, tidak pernah lupa untuk "menyerbu" De Harmonie. Mereka beristirahat di sana dan merasa segar. Budaya ngopi dan cangkruk sampai pagi masih umum dilakukan masyarakat kota Pasuruan sampai sekarang. Ada sesuatu tentang klub ini yang hampir tidak bisa digambarkan dan banyak kenangan indah tentang gedung Soos di Pasuruan. Sehingga sejarahnya di tulis di majalah "Klub Kroniek" pada pesta peringatan 70 tahun usianya (31 Maret 1928), karena diyakini banyak pembacanya yang masih terus mengingat “Harmonie” dengan penuh rasa syukur. Selama periode pasca-perang (1945-1947) banyak orang Belanda di bekas Hindia Belanda dipenjarakan di kamp-kamp bekas Jepang, kamp-kamp penerimaan atau kamp-kamp Republik. Untuk setiap camp dicantumkan informasi yang paling penting, seperti lokasi camp, transportasi inbound dan outbound, peta, foto atau gambar, serta literatur yang ada. Daftar nama tersedia untuk beberapa kamp. Gedung Sociëteit Harmonie te Pasuruan pada masa awal kemerdekaan pernah dipakai sebagai kamp transit untuk anak-anak dan wanita Belanda dalam masa “Bersiap” sejumlah 136 orang, pindahan dari Chinese School (Sekolah Sang Timur) tanggal 10 September 1946 , yang kemudian dievakuasi ke Batavia pada tanggal 10 Oktober 1946. Setelah Indonesia merdeka masyarakat mengubah fungsi dari gedung Sociteit Harmonie. Karena letak dan arsitektur bangunan sangat sesuai dengan konsep pertahanan Pada tahun 1947 Sociëteit Harmonie ini beralih fungsi menjadi Markas TRIP yang merupakan singkatan dari Tentara Republik Indonesia Pelajar. TRIP yang merupakan kesatuan militer yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia di mana para anggotanya dari para pelajar. Umumnya usianya berkisar antara 15 hingga 20 tahun. TRIP secara resmi dibubarkan pada awal tahun 1951 dalam sebuah upacara demobilisasi. Para anggota diberi penghargaan dari Pemerintah RI dengan berbagai macam penghargaan. Sehingga gedung Sociëteit Harmonie yang merupakan Markas TRIP secaara otomatis juga tidak menjadi markas lagi. Setelah perang kemerdekaan sekitar tahun 1960-an diganti menjadi "Gedung Trikora" atau disingkat "Gedung Rakyat" yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan pertunjukan kesenian rakyat. Pada saat itu gedung rakyat yang dulunya hanya hanya orang-orang Eropa dari kelas atas, pejabat, pengusaha dan priyayi yang menjadi anggota perkumpulan di klub eksekutif pada kala itu beralih menjadi gedung yang dinikmati dan dimanfaatkan oleh seluruh rakyat sekitar.

Perjalanan sejarah berdirinya Yayasan Pendididkan Untung Surapati Pasuruan

Pada masa tersebut terjadi kekosongan sekolah-sekolah menengah kejuruan tingkat atas di wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan. Keadaan ini menggugah hati orang-orang yang peduli terhadap pendidikan dan mereka itu adalah Kolonel Wiyono yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur dan orang-orang yang ada didaerah khususnya wilayah Pasuruan antara lain Achmad Hudan Dardiri, Ali Soeparto, Sumarno dan J Laksana. Pada bulan Oktober 1963, ke lima orang pemrakarsa sepakat untuk membentuk sebuah Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati Pasuruan, yang diberi amanat untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan erat dengan cetusan untuk mendirikan Sekolah Teknologi Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA) yang kesemuanya bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati, dengan memenuhi segala ketentuan yang berlaku pada saat itu, dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia, dan pembukaan diharapkan dimulai tanggal 1 Januari 1964. Dengan dukungan dari Proefstation (P3GI) dan PT Boma Storck, sejak tahun 1964 mulai difungsikan sebagai Sekolah Tehnik Menengah (STM) dibawah "Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati". Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati Pasuruan dengan alamat di Jl. Pahlawan 19 – 21 Kota Pasuruan, Jawa Timur menempati lahan seluas 6500 meter persegi berdasarkan surat ukur tahun 1955 dijadikan lokasi satuan pendidikan masing-masing: Berdasarkan Akte Pendirian Nomor: 35 Tahun 1964 dari Akte Notaris RADEN SOERATMAN, SH sebagai wakil notaris di wilayah Kota Pasuruan tertanggal 30 Juli 1964 Yayasan Pendidikan Untung Surapati Pasuruan didirikan dengan nama Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati Pasuruan oleh para pendirinya yaitu KOLONEL WIYONO (Gubernur Jawa Timur) sebagai Pelindung, ACMAD HUDAN DARDIRI sebagai Ketua, ALI SOEPARTO Ketua II, SOEMARNO sebagai Sekretaris, dan J LAKSANA sebagai Bendahara. Dari kelima pendiri tersebut diatas dibantu oleh komisioner yang terdiri dari beberapa orang yaitu RM PH DANOE SEPOETRO, T BOEDI SANTOSA, POERNOMO, SOEHARTO, ABD RACHMAN, Dr, Ir BOEDIONO, dan Dr, Ir TONY KOENTOHARTONO.

Perjalanan sejarah beridirinya Sekolah Teknologi Menengah (STM) dan
Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Untung Surapati Pasuruan

Pada periode pertama yang dimulai sejak 30 Juli 1964 dengan mengelola pendidikan kejuruan. Diawal berdirinya yang dirintis adalah pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (STM ) dan Sekolah Penyuluh Pertanian (SPP) SPMA. Pada masa awal pendiriannya untuk STM memiliki jurusan Teknik Mesin sedangkan SPP (SPMA) memiliki spesifikasi jurusan Polifalen yang mempelajari Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Pada saat berdirinya STM dan SPP SPMA ini pertama kali menempati lahan yang berada di Jalan Balaikota No 9 sebagai komplek PGRI dan yang ditunjuk sebagai penanggungjawab sekolah yang ditunjuk oleh Yayasan adalah saudara Ir. The Pik Liong pada waktu itu. Dengan mulai proes pendidikan di STM dan SPMA dan diserahkannya Gedung Sociëteit Harmonie kepada Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati maka seluruh kegiatan dialihkan di Gedung Sociëteit Harmonie yang kemudian nama gedung dirubah menjadi Gedung Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati yang terjadi pada tahun 1980. Seiring berjalannya waktu STM dan SPMA Untung Surapati semakin berkembang pesat dan memiliki siswa yang begitu banyak sehingga P3GI dan PT Bromo Steel Indonesia (BOSTO) banyak merekrut lulusan STM dan SPP SPMA menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Selain itu pada saat Dr, Ir BOEDIONO menjadi pimpinan di P3GI beliau menganjurkan karyawan P3GI untuk belajar di SPP SPMA disore hari dengan imbalan akan bisa naik jabatan menjadi tenaga ahli di P3GI. Pada tahun 1984 terjadi perubahan pada SPP dan SPMA yang memisahkan SPP dan SPMA menjadi 3 Jurusan SPP tetap pada Pertanian sedangkan SPMA dibagi menjadi dua Jurusan yaitu Tanaman Pangan dan jurusan Holtikultura. Akan tetapi seiring perkembangan ilmu dan teknologi peminat SPP dan SPMA semakin berkurang hingga tepat pada tahun 2000 SPP dan SPMA resmi ditutup dan Yayasan Pendidikan Kejuruan Untung Surapati hanya tinggal mengelola Sekolah Teknik Menengah yang sekarang menjadi SMK. Pada tanggal 3 September tahun 2007 hingga 3 September 2012 berdasarkan Surat Keputusan Pendiri Yayasan, yang dikuatkan dengan akte Notaris BUDIARSI SH dengan nomor 02 terbentuk struktur organisasi Yayasan dengan susunan kepengurusan bapak SUWADJI sebagai Pembina ARKASI SUGIYANTO sebagai Pengawas Dr, Ir BOEDIONO WIRO ATMODJO sebagai Ketua Rr KUSTINAH AS sebagai Wakil Ketua Ir CHAFI CHUZAIMI sebagai Sekretaris dan Ibu SUJATMI, B.Sc sebagai Bendahara. Pada tanggal 3 September 2012 sampai dengan September 2015 berdasarkan berita acara yang dibuat oleh para pendiri membuat perubahan susunan kepengurusan Yayasan menjadi Yayasan Pendidikan Untung Surapati Pasuruan, dengan susunan kepengurusan yang meliputi Bapak MOCH MIRIN, BA sebagai Pembina, BAMBANG OEDAYADI sebagai Pengawas Ir CHAFI CHUZAIMI sebagai Ketua Drs SAMSUL HIDAYAT sebagai Sekretaris dan Ibu SUYATMI, B.Sc sebagai Bendahara. Pada 28 September 2015 sampai dengan 28 September 2020 berdasarkan keputusan Yayasan kembali dilaksanakan perubahan mengingat dengan berakhirnya kepengurusan sebelumnya, dimana berdasarkan akte Notaris Nomor 139 yang dikeluarkan oleh notaris EKO ISMANTO, SH dilaksanakan perubahan yayasan dengan mengacu UU yayasan yang berlaku dengan susunan kepengurusan Drs, H. SUBANDRIO, M.Pd sebagai Pembina, Drs, H. BASYORI ALWI sebagai Pembina, H. MOCH MIRIN, BA sebagai Pembina, Ir H. CHAFI CHUZAIMI sebagai Ketua, Drs, H. SAMSUL HIDAYAT sebagai Sekertaris, SUJATMI, B.Sc sebagai Bendahara, dan Drs, TAUFIKKURACHMAN, M.Pd sebagai Pengawas. Dalam perjalanan Yayasan Pendidikan Untung Surapati Pasuruan tepatnya pada tanggal 1 Januari 2016 kepengurusan Yayasan membuat berita acara tentang perubahan susunan pengurus yaitu dengan penambahan Drs, H. SUPRIJADI, M.Pd sebagai pendamping bendahara. Sehingga kepengurusan menjadi Drs, H. SUBANDRIO, M.Pd sebagai Pembina, Drs, H. BASYORI ALWI sebagai Pembina, H. MOCH MIRIN, BA sebagai Pembina, Ir H. CHAFI CHUZAIMI sebagai Ketua, Drs, H. SAMSUL HIDAYAT sebagai Sekertaris, SUJATMI, B.Sc sebagai Bendahara, Drs, H. SUPRIJADI M.Pd sebagai pendamping bendahara dan Drs, TAUFIKKURACHMAN, M.Pd sebagai Pengawas Berdasarkan berita acara perubahan yang dikuatkan dengan akte nomor 1 yang di keluarkan oleh Notaris AHMAD IRHAMNI, SH maka sejak tanggal 29 September 2020 kepengurusan Yayasan Pendidikan Untung Surapati Pasuruan mengalami perubahan dengan susunan kepengurusan Drs, H. SUBANDRIO, M.Pd sebagai Pembina, Drs, H. BASYORI ALWI sebagai Pembina, H. MOCH MIRIN, BA sebagai Pembina, Ir H. CHAFI CHUZAIMI sebagai Ketua, Dra, Hj. EVAWATI, M.M sebagai Sekertaris, Drs, H. SUPRIJADI, M.Pd sebagai Bendahara, Drs, TAUFIKKURACHMAN, M.Pd sebagai Pengawas. Hingga saat ini Gedung yang dulunya bernama Sociëteit Harmonie ataupun Gedung Rakyat tersebut meskipun kini beralih menjadi Yayasan Pendidikan Untung Surapati yang merupakan sebuah wadah pendidikan akan tetapi sesuai dengan perjalanan sejarahnya, bangunan gedung berlanggam Indische Empire Style ini berdasarkan Surat Keputusan Walikota Pasuruan Nomor 188/496/423.031/2015 tentang Penetapan Cagar Budaya Kota Pasuruan ditetapkan sebagai salah satu dari 20 bangunan atau kawasan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Pasuruan seusai yang tertera pada Diktum Kesatu. Dan kemudian adanya penerbitan kembali Surat Keputusan Walikota Pasuruan Nomor : 188/166/423.011/2020 tentang Penetapan satatus Cagar Budaya Peringkat Kota Pasuruan tertanggal 29 April 2020 sesuai dengan diktum ke satu Status Cagar Budaya Peringkat Kota Pasuruan bagian a nomor urut ke 6.