PASURUAN – Dalam upaya
membentuk karakter peserta didik yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa
nasionalisme tinggi, SMK Untung Surapati menyelenggarakan kegiatan Latihan
Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) yang berlangsung selama tiga hari, mulai
Selasa (14/7/2026) hingga Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dipusatkan di
lapangan utama sekolah dan diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa.
Latihan Baris-Berbaris ini
merupakan salah satu program pembinaan kesiswaan yang sangat krusial, khususnya
di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menuntut kesiapan fisik dan
mental para lulusannya sebelum terjun ke dunia kerja maupun industri.
Selama tiga hari pelaksanaan,
para siswa ditempa untuk memahami dan mempraktikkan tata cara baris-berbaris
yang benar. Materi yang diberikan tidak hanya sebatas gerakan dasar seperti
sikap sempurna, penghormatan, jalan di tempat, dan langkah tegap, tetapi juga
melatih konsentrasi, kekompakan, serta kepatuhan terhadap instruksi (aba-aba).
Untuk memastikan kualitas
pelatihan yang optimal, pihak SMK Untung Surapati melibatkan instruktur yang
kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Cuaca terik yang menyengat di siang
hari tidak melunturkan semangat para peserta; sebaliknya, suara aba-aba dan
derap langkah yang serentak terus menggema, menunjukkan dedikasi dan fisik yang
prima dari para siswa.
Kepala SMK Untung Surapati dalam
keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan LBB ini memiliki makna yang jauh
lebih luas daripada sekadar baris-berbaris fisik.
"Latihan
Baris-Berbaris adalah fondasi utama dalam membentuk kedisiplinan dan karakter
teamwork. Melalui aba-aba yang diberikan, siswa belajar untuk fokus, menekan
ego pribadi demi kekompakan peleton, dan melatih daya juang. Ini adalah bekal
sikap atau attitude yang sangat dibutuhkan saat mereka berada di lingkungan
kerja nanti," tegasnya.
Rangkaian Latihan Baris-Berbaris
ini ditutup pada hari Kamis (16/7/2026) dengan sesi evaluasi dan unjuk gelar
formasi dasar oleh masing-masing pleton. Pihak sekolah berharap, nilai-nilai
kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab yang telah ditanamkan selama tiga
hari ini dapat terus melekat dan diterapkan oleh para siswa, baik di dalam
lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.